TRIASILGLISEROLS
Banyak hewan yang bergantung pada
cadangan lemak untuk keperluan energinya selama masa hibernasi atau dormansi
pada periode perpindahan (migrasi), dan pada keadaan lain yang melibatkan
pnyesuaian metabolik secara drastis, seperti unta, yang dapat memperoleh
cadangan airnya dari oksidasi lemak.
Salah satu di antara penyesuaian
metabolisme lemak yang menonjol terjadi selama masa hibernasi pada beruang grizzy. Beruang mengalami keadaan dorman
yang berkelanjutan, sampaip jangka waktu 7 bulan tanpa bangun. Tidak seperti
kebanyakan spesies di daerah dingin lainnya, beruang mempertahankan temperatur
tubuh di antara
C dan
C mendekati tingkat normalnya. Walaupun beruang pada keadaan
ini memergunakan kira-kira 6.000 kkal/hari, hewan ini tidak makan, minum,
kencing, atau membuang kotoran selama berbulan-bulan. Bialamana sewaktu-waktu
diganggu, beruang ini dapat segera bersiaga dan mempertahankan dirinya.
Penelitian
di laboratorium telah memperlihatkan bahwa beruang memanfaatkan lemak tubuhnya
sebagai bahan bakar satu-satunya selama masa hibernasi. Oksidasi lemak
menghasilkan cukup energi untuk mempertahankan suhu tubuh, untuk sintesis aktif
asam amino dan protein, selain untuk aktivitas lain yang memerlukan energi,
sperti proses transfer membran. Oksidasi lemak juga membebaskan sejumlah besar
air, yang menggantikan kehilangan air pada pernafasan. Selain itu, degradasi
triasilgliserol menghasilkan gliserol fosfat dan oksidasinya menjadi
dihidroksiaseton fosfat. Urea yang dibentuk selama degradasi asam amino,
diserap dan didaurkan kembali oleh beruang tersebut, gugus aminonya
dimanfaatkan untuk membuat asam amino baru, untuk mempertahankan protein tubuh.
Beruang
menyimpan sejumlah besar lemak tubuh sebagai persediaan untuk periode hibernsi
yang lama. Biasanya, beruang dewasa mengkonsumsi kira-kira 9.000 kkal/hari
selam akhir musim semi dan musim panas. Tetapi, menjelang musim dingin, beruang
akan makan sampai 20jam/hari dan menghabiskan sampai 20.000kkal/hari, sebagai
reaksinya terhadap perubahan sekresi hormon musiman. Sejumlah besar
triasilgliserol tubuh dibentuk dari sejumlah karbohidrat yang dikonsumsi selama
periode “penggemukan” ini. Spesies hewan darah dingin lainnya, termasuk tikus
rumah, juga menimbun sejumlah besar lemak dalam tubuhnya,
Selama
masa hibernasi, tikus rumah bergulung menjadi serupa bola, sehingga menampakkan
bentuk dengan luas permukaan sekecil-kecilnya, untuk mengurangi kehilangan
panas..
Hewan
di daerah dingin menimbun sejumlah besar lemak tubuh, bukan hanya sebagai
cadangan makanan, tetapi juga sebagai insulasi terhadap udara dingin.
Unta,
walaupun bukan hewan dingin, dapat menyintesis dan menyimpan triasilgliserol
dalam jumlah besar pada pungguknya, ini menjadi sumber energi metabolik dan air
pada keadaan kering di gurun pasir.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar