Sabtu, 23 Juni 2012

TRIASILGLISEROLS


TRIASILGLISEROLS

Banyak hewan yang bergantung pada cadangan lemak untuk keperluan energinya selama masa hibernasi atau dormansi pada periode perpindahan (migrasi), dan pada keadaan lain yang melibatkan pnyesuaian metabolik secara drastis, seperti unta, yang dapat memperoleh cadangan airnya dari oksidasi lemak.
Salah satu di antara penyesuaian metabolisme lemak yang menonjol terjadi selama masa hibernasi pada beruang grizzy. Beruang mengalami keadaan dorman yang berkelanjutan, sampaip jangka waktu 7 bulan tanpa bangun. Tidak seperti kebanyakan spesies di daerah dingin lainnya, beruang mempertahankan temperatur tubuh di antara C dan C mendekati tingkat normalnya. Walaupun beruang pada keadaan ini memergunakan kira-kira 6.000 kkal/hari, hewan ini tidak makan, minum, kencing, atau membuang kotoran selama berbulan-bulan. Bialamana sewaktu-waktu diganggu, beruang ini dapat segera bersiaga dan mempertahankan dirinya.
Penelitian di laboratorium telah memperlihatkan bahwa beruang memanfaatkan lemak tubuhnya sebagai bahan bakar satu-satunya selama masa hibernasi. Oksidasi lemak menghasilkan cukup energi untuk mempertahankan suhu tubuh, untuk sintesis aktif asam amino dan protein, selain untuk aktivitas lain yang memerlukan energi, sperti proses transfer membran. Oksidasi lemak juga membebaskan sejumlah besar air, yang menggantikan kehilangan air pada pernafasan. Selain itu, degradasi triasilgliserol menghasilkan gliserol fosfat dan oksidasinya menjadi dihidroksiaseton fosfat. Urea yang dibentuk selama degradasi asam amino, diserap dan didaurkan kembali oleh beruang tersebut, gugus aminonya dimanfaatkan untuk membuat asam amino baru, untuk mempertahankan protein tubuh.
Beruang menyimpan sejumlah besar lemak tubuh sebagai persediaan untuk periode hibernsi yang lama. Biasanya, beruang dewasa mengkonsumsi kira-kira 9.000 kkal/hari selam akhir musim semi dan musim panas. Tetapi, menjelang musim dingin, beruang akan makan sampai 20jam/hari dan menghabiskan sampai 20.000kkal/hari, sebagai reaksinya terhadap perubahan sekresi hormon musiman. Sejumlah besar triasilgliserol tubuh dibentuk dari sejumlah karbohidrat yang dikonsumsi selama periode “penggemukan” ini. Spesies hewan darah dingin lainnya, termasuk tikus rumah, juga menimbun sejumlah besar lemak dalam tubuhnya,
Selama masa hibernasi, tikus rumah bergulung menjadi serupa bola, sehingga menampakkan bentuk dengan luas permukaan sekecil-kecilnya, untuk mengurangi kehilangan panas..
Hewan di daerah dingin menimbun sejumlah besar lemak tubuh, bukan hanya sebagai cadangan makanan, tetapi juga sebagai insulasi terhadap udara dingin.
Unta, walaupun bukan hewan dingin, dapat menyintesis dan menyimpan triasilgliserol dalam jumlah besar pada pungguknya, ini menjadi sumber energi metabolik dan air pada keadaan kering di gurun pasir.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar