Sabtu, 23 Juni 2012

OBAT FLU BERBAHAYA DITARIK DARI PASAR


OBAT FLU BERBAHAYA DITARIK DARI PASAR

Kntor Food and Drug Administration (FDA), Badan Pengawasan Pangan dan Obat, Amerika Serikat, telah meminta perusahaan fermasi di Amerika agar menghentikan pemasaran obat yang mengandung phenylpopanolamine (PPA). Senyawa ini dipakai pada dua jenis obat, yaitu obat flu atau pilek (decongestan) baik yang dijual bebas maupun dengan resep dokter; dan obat diet yang yang dijual bebas.
Dalam surat edarannya kepada industri farmasi di AS, bertanggal 3 November 2000, FDA menyebutkan, bahwa obat yang mengandung phenylpopanolamine tidak dapat dikategorikan lagi sebagai obat aman dan efektif (generative safe and effective). Sementara penarikan dari pasar atas obat tersebut dilakukan, FDA juga menyatakan akan menghentikan pemakaian PPA pada obat-obat yang diresepkan dookter: FDA, pada tanggal 6 November 2000, juga telah mengeluarkan edaran peringatan kepada konsumen untuk menghindari pemakaian obat-obatan flu dan diet yang mengandung PPA ini. Selebaran FDA menyimpulkan bahwa resiko risiko bahaya pemakaian obat flu dan diet mengandung PPA jauh lebih besar daripada manfaatnya.
Tindakan FDA tersebut diambil setelah diperoleh hasil penelitian yang konklusif atas hubungan obat yang mengandung PPA dengan insiden stroke atau pendarahan di otak yang nyata. Penelitian ini sendiri dilakukan oleh tim dari Fakultas Kedokteran, Universitas Yale, AS. Penelitian ini membuktikan bahwa jumlah orang yang terkena stroke ternyata lebih banyak yang sedang mengkonsumsi obat-obatan dengan senyawa PPA daripada yang tidak. Risiko lebih besar ditemukan pada kelompok wanita, meski tidak berarti bahwa kelompok pria aman dari efek PPA. Insiden stroke menigkat 16 kali pada pemakai obat menganadung PPA.
Dengan adanya langkah pemerintah AS ini maka PIRAC (Public Interest Research and Advocacy Center) meminta kepada konsumen agar berhati-hati dalam memilih obat dan menghindari segala obat yang mengandung PPA. Periksalah pada label dan perhatikan kandungan aktif phenylpopanolamine. Kepala Departemen Kesehatan, Ditjen POM, juga diminta agar segera menindaklanjutinya, mengambil langkah pengaman, mengingat kemungkinan besar obat flu dan diet yang beredar di Indonesia umumnya mengandung PPA. Dan umumnya berkategori sebagai obat bebas. Langkah ini juga penting diambil untuk mencegah terjadinya dumping, akibat penarikan di negara lain, dan dijual di Indonesia.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar