A. STRUKTUR
Partikel Dasar Atom dan
Tempatnya Pada Atom
|
PARTIKEL
|
LAMBANG
|
MUATAN
|
LOKASI DALAM ATOM
|
|
Proton
|
p
|
+1
|
Di dalam inti Atom
|
|
Neutron
|
n
|
0
|
Di dalam inti Atom
|
|
Elektron
|
e
|
-1
|
Di luar inti Atom
|
odel Atom Niels Bohr menggambarkan bahwa elektron-elektron mengitari
inti atom pada tingkatan energy tertentu (kulit atom). Elektron-elektron
bergerak secara stasioner (tidak menyerap dan melepas energi).
Perhatikan gambar model Atom Niels Bohr berikut ini :
![]() |
Model Atom Modern merupakan revisi dari Model
Atom Niels Bohr. Menurut Model Atom Niels Bohr, electron mengitari inti atom pada tingkat tertentu, tetapi menurut
Model Atom Modern tidak demikian. Model Atom Modern menggambarkan electron bergerak mengitari inti atom dalam orbital
tertentu (konsep orbital).
B. BILANGAN KUANTUM
Dari
persamaan schrodinger, dihsailkan tiga bilangan kuantum, yaitu Bilangan Kuantum
Utam (n), Bilangan Kuantum Azimut (l), dan Bilangan Kuantum Magnetik (m).Untuk
atom berelektron tunggal (atom hidrogen), posisi elektron cukup ditentukan oleh
3 bilangan kuantum utama, yaitu “utama, azimut, dan magnetik”. Sementara itu,
untuk atom yang berelektron banyak (lebih dari satu), posisi elektron
ditentukan oleh 4 Bilangan Kuantum, yaitu “utama, azimut, magnetik, dan spin
(s)”.
Keempat
Bilangan Kuantum tersebut merupakan bilangan yang menunjunkkan posisi electron
dalam suatu atom. Jadi, electron berada dalam orbital, setiap orbital mempunyai
tingkat energi dan bentuk tertentu. Satu atau bebrapa orbital dengan tingkat
energi yang sama membentuk subtingkat energi (subkulit). Satu atau lebih
subkulit dengan tingkatan energi hampir sama membentuk kulit. Tiap orbital
maksimum dihuni oleh 2 elektron.
-
Bilangan
Kuantum Utama (n)
menyatakan tingkat
energi utama (kulit) tempat elektron itu
berada. Bilangan kuantum utama nilainya bulat (n)= 1,2,3,4,… . Semakin besar nilai n, berarti semakin besar orbital yang dihuni elektron itu.
|
Kulit
|
K
|
L
|
M
|
N
|
O
|
P
|
Q
|
|
Nilai
n
|
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
6
|
7
|
-
Bilangan
Kuantum Azimut ( l )
menyatakan subtingkat
energi (subkulit) yang ditempati electron . Bilangan Kuantum Azimut juga
menyatakan bentuk orbital dalam subkulit. Harga-harga Bilangan Kuantum Azimut (l) yang dipergunakan bergantung pada Bilangan Kuantum
Utama (n), yaitu bilangan yang
bernilai nol atau bilangan bulat. Harga l ini tidak mungkin negatif dan tidak boleh lebih besar dari ( n-1 ). Harga l = 0,1,2,3,… . Pada subkulit
S, nilai l = 0, subkulit P nilai l = 1, dst.
|
Harga
l
|
0
|
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
|
Subkulit
|
S
|
P
|
D
|
F
|
G
|
H
|
Lambang yang dipakai berasal dari klasifikasi empiris spektrum deret
sharp (tajam), principal (utama), diffuse (kabur), dan fundamental (pokok).
Setiap kulit dapat mengandung jenis subkulit yang sama.
Ø Kulit K mengandung subkulit s
Ø Kulit L mengandung subkulit s, p
Ø Kkulit M mengandung subkulit s, p, d
Perhatikan kulit K,L,M sama-sama mengandung subkulit s. Untuk
membedakan subkulit yang sama pada kulit yang berbeda, maka subkulit ditandai
dengan menyertakan bilangan kuantum utamanya.
Daftar Subkulit Pada
Berbagai Kulit
|
Kulit
|
Nilai n
|
Nilai l
|
Subkulit
|
|
K
|
1
|
0
|
1s
|
|
L
|
2
|
1
|
2s
2p
|
|
M
|
3
|
2
|
3s
3p 3d
|
|
N
|
4
|
3
|
4s
4p 4d 4f
|
|
O
|
5
|
4
|
5s
5p 5d 5f
|
-
Bilangan Kuantum Magnetik (m)
setiap subkulit terdiri dari satu atau lebih orbital. Blangan Kuantum
Magnetik menyatakan orbital khusus yang ditempati electron dalam suatu
subkulit. Bilangan Kuantum Magnetik juga menyatakan orientasi khusus orbital
itu dalam ruang relatif terhadap inti.
Nilai Bilangan Kuantum Magnetik adala + l
|
Subkulit
|
Nilai l
|
Jumlah
|
Orbital
|
Nilai m
|
|
s
|
0
|
1
|
0
|
m= 0
|
|
p
|
1
|
3
|
-1, 0, +1
|
m= -1, 0, +1
|
|
d
|
2
|
5
|
-2, -1, 0, 1, 2
|
m= -2, -1, 0, 1, 2
|
|
f
|
3
|
7
|
-3, -2, -1, 0, +1, +2, +3
|
m= -3, -2, -1, 0, +1, +2, +3
|
-
Bilangan Kuantum Spin (s)
menyatakan arah rotasi elektron pada saat bergerak mengelilingi inti
pada sumbunya.
NB : elektron maksimal
subkulit s = 2
elektron maksimal subkulit p =
6
elektron maksimal subkulit d =
10
elektron maksimal subkulit f =
14

Tidak ada komentar:
Posting Komentar