Sabtu, 23 Juni 2012

STRUKTUR ATOM




A.   STRUKTUR

Partikel Dasar Atom dan Tempatnya Pada Atom
PARTIKEL
LAMBANG
MUATAN
LOKASI DALAM ATOM
Proton
p
+1
Di dalam inti Atom
Neutron
n
0
Di dalam inti Atom
Elektron
e
-1
Di luar inti Atom

odel Atom Niels Bohr menggambarkan bahwa elektron-elektron mengitari inti atom pada tingkatan energy tertentu (kulit atom). Elektron-elektron bergerak secara stasioner (tidak menyerap dan melepas energi).

Perhatikan gambar model Atom Niels Bohr berikut ini :


Oval: n=2
 







Model Atom Modern merupakan revisi dari Model Atom Niels Bohr. Menurut Model Atom Niels Bohr, electron mengitari inti atom pada tingkat tertentu, tetapi menurut Model Atom Modern tidak demikian. Model Atom Modern menggambarkan electron bergerak mengitari inti atom dalam orbital tertentu (konsep orbital).









B.   BILANGAN KUANTUM
Dari persamaan schrodinger, dihsailkan tiga bilangan kuantum, yaitu Bilangan Kuantum Utam (n), Bilangan Kuantum Azimut (l), dan Bilangan Kuantum Magnetik (m).Untuk atom berelektron tunggal (atom hidrogen), posisi elektron cukup ditentukan oleh 3 bilangan kuantum utama, yaitu “utama, azimut, dan magnetik”. Sementara itu, untuk atom yang berelektron banyak (lebih dari satu), posisi elektron ditentukan oleh 4 Bilangan Kuantum, yaitu “utama, azimut, magnetik, dan spin (s)”.
Keempat Bilangan Kuantum tersebut merupakan bilangan yang menunjunkkan posisi electron dalam suatu atom. Jadi, electron berada dalam orbital, setiap orbital mempunyai tingkat energi dan bentuk tertentu. Satu atau bebrapa orbital dengan tingkat energi yang sama membentuk subtingkat energi (subkulit). Satu atau lebih subkulit dengan tingkatan energi hampir sama membentuk kulit. Tiap orbital maksimum dihuni oleh 2 elektron.

-          Bilangan Kuantum Utama (n)
menyatakan tingkat energi utama (kulit) tempat elektron itu  berada. Bilangan kuantum utama nilainya bulat (n)= 1,2,3,4,… . Semakin besar nilai n, berarti semakin besar orbital yang dihuni elektron itu.

Kulit
K
L
M
N
O
P
Q
Nilai n
1
2
3
4
5
6
7


-          Bilangan Kuantum Azimut ( l )
menyatakan subtingkat energi (subkulit) yang ditempati electron . Bilangan Kuantum Azimut juga menyatakan bentuk orbital dalam subkulit. Harga-harga Bilangan Kuantum Azimut (l) yang dipergunakan bergantung pada Bilangan Kuantum Utama (n), yaitu bilangan yang bernilai nol atau bilangan bulat. Harga l ini tidak mungkin negatif dan tidak boleh lebih besar dari ( n-1 ). Harga l = 0,1,2,3,… . Pada subkulit S, nilai l = 0, subkulit P nilai l = 1, dst.

Harga l
0
1
2
3
4
5
Subkulit
S
P
D
F
G
H

Lambang yang dipakai berasal dari klasifikasi empiris spektrum deret sharp (tajam), principal (utama), diffuse (kabur), dan fundamental (pokok).

Setiap kulit dapat mengandung jenis subkulit yang sama.
Ø  Kulit K mengandung subkulit s
Ø  Kulit L mengandung subkulit s, p
Ø  Kkulit M mengandung subkulit s, p, d

Perhatikan kulit K,L,M sama-sama mengandung subkulit s. Untuk membedakan subkulit yang sama pada kulit yang berbeda, maka subkulit ditandai dengan menyertakan bilangan kuantum utamanya.

Daftar Subkulit Pada Berbagai Kulit
Kulit
Nilai n
Nilai l
Subkulit
K
1
0
1s
L
2
1
2s  2p
M
3
2
3s  3p  3d
N
4
3
4s  4p  4d  4f
O
5
4
5s  5p  5d  5f


-          Bilangan Kuantum Magnetik (m)
setiap subkulit terdiri dari satu atau lebih orbital. Blangan Kuantum Magnetik menyatakan orbital khusus yang ditempati electron dalam suatu subkulit. Bilangan Kuantum Magnetik juga menyatakan orientasi khusus orbital itu dalam ruang relatif terhadap inti.
Nilai Bilangan Kuantum Magnetik adala + l

Subkulit
Nilai l
Jumlah
Orbital
Nilai m
s
0
1
0
m= 0
p
1
3
-1, 0, +1
m= -1, 0, +1
d
2
5
-2, -1, 0, 1, 2
m= -2, -1, 0, 1, 2
f
3
7
-3, -2, -1, 0, +1, +2, +3
m= -3, -2, -1, 0, +1, +2, +3


-          Bilangan Kuantum Spin (s)
menyatakan arah rotasi elektron pada saat bergerak mengelilingi inti pada sumbunya.
Setiap orbital maksimum diisi oleh 2 elektron. Kedua electron ini spinya berlawanan dalam satu orbital, artinya spin electron yang satu +1/2 (  ) dan lainnya  -1/2(  ) .

NB :           elektron maksimal subkulit  s = 2
elektron maksimal subkulit  p = 6
elektron maksimal subkulit  d = 10
elektron maksimal subkulit  f = 14

Tidak ada komentar:

Posting Komentar